Pertama, tulisan sahabat saya Adlan Dai di Media online KreatorJabar 30 Desember 2021 yang diberi judul : Menjaga Marwah Konfercab NU Indramayu 2022, dan Kedua Tulisan Asep Gatara dalam media online detikNews Selasa, 04 Jan 2022 berjudul : NU dan Politik Substansialistik.
Menjaga marwah konfercab NU Indramayu, artinya menjaga marwah NU dari praktik-praktik kotor dalam proses “fastabiqul khoerot” bagi siapapun yang berniat berkhidmat menjadi Ketua PCNU Indramayu. Sedangkan politik substansialistik mengandung makna bahwa proses kontestasi dan gerakan ke-NU-an haruslah didasarkan pada tujuan esensi ajaran Islam yaitu “Rahmatan Lil’alamin”. Politik dalam pengertian yang sebenarnya, yaitu soal mengangkat dan merawat kemaslahatan umum atau kebaikan bersama. Yang membedakan dengan politik legalistik atau formalistik yang banyak diusung oleh partai politik berbasis agama.
Sudah terlalu lelah kaum nahdliyyin dibawa pada arus pengkotak-kotakkan dan klaim-klaim kebenaran sepihak, menjadi kelompok ashobiyah, dengan narasi-narasi yang konfrontatif. Saatnya NU kembali ke “Khittah” dengan nahkoda baru Gus Yahya dengan tagline kampanye “menghidupkan GUS DUR” dan berkomitmen akan menjaga NU agar jangan terlalu dekat dengan politik praktis (detikcom, 27/12).
H. MAHPUDIN, S.H., M.M., M.Kn,

Post A Comment:
0 comments: