Articles by "jabar"
Tampilkan postingan dengan label jabar. Tampilkan semua postingan


Indramayu, NU Online Jabar Konferensi Cabang (Konfercab) XX yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu di Aula Gedung Dakwah NU Jalan Gatot Subroto No.09 Indramayu, Sabtu (08/01) menetapkan KH. Ahmad Baidhowi Bilal dan KH M Mustofa terpilih sebagai Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Indramayu masa Khidmat 2022-2027.   

Kiai Mustofa terpilih secara Aklamasi setelah meraih 20 suara saat penjaringan bakal calon ketua tanfidziyah. Sementara bakal calon lain H. Juendi 11 suara dan H. Syihab 1 suara dengan total pemilih 31 MWCNU dan 1 utusan PCNU.   

Sebelumnya, Ketua Panitia Konfercab PCNU Indramayu, H. Ma’mun Rahman menjelaskan, pelaksanaan permusyawaratan tertinggi di tubuh PCNU tersebut digelar dengan pembatasan peserta dan penerapan prokes secara ketat karena masih dalam masa pandemi Covid-19.   “Kami memohon maaf kepada seluruh Nahdliyin dan para kiai, tidak semuanya kami undang mengingat aturan yang diterapkan oleh pemerintah dan demi keselamatan kita semua, tetapi untuk yang tidak bisa hadir, bisa menyaksikan live streaming lewat platform medsos yang telah kami siapkan,” ujar H. Ma’mun Rahman.     

Ia menuturkan, Konfercab mengagendakan LPJ PCNU, pembahasan beberapa masalah keagamaan dan kemasyarakatan, pembahasan program kerja, penyusunan rekomendasi dan pemilihan Rais Syuriyah serta Ketua Tanfidziyah PCNU Indramayu masa Khidmat 2022-2027.     

“Untuk pemilihan Rais Syuriyah akan dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) sementara untuk pemilihan Ketua Tanfidziyah akan dilakukan secara musyawarah mufakat atau pemungutan suara,” ungkap H Ketua Panitia Konfercab.   Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi



 Jam’iyyah Ahlith Tarekat Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran tarekat yang menjadi Badan Otonom Organisasi Nahdlatul Ulama. Juga sebagai salah satu pilar dari ajaran Islam ala Ahlussunah wal Jama’ah yang telah dirintis dan dikembangkan oleh para salafusshalihin yang bersumber dari Rasulullah SAW.   Jatman Indramayu berdiri  sejak tahun 2010 diinisiasi oleh KH Farid Ashr Waddahr, seorang kiai muda kelahiran Indramayu 15 Mei 1985 dari Blok Bakung Kecamatan Krangkeng. Ia adalah pengasuh Pondok Pesantren Salaf An-Nur.   Kiai muda putera dari pasangan  H. Muhsin dan  Hj. Fatiyah ini  memulai petualangan spiritualnya dari pesantren ke pesantren mulai Pesantren di Tegalrejo, Lasem, Situbondo, Arjawinangun, Pesantren Warudoyong Sukabumi dan di Banten berguru ke Abuya Dimyati. 

Setelah terkonsolidasi seluruh Indramayu, Jatman Indramayu di deklarasikan keberadaannya di tahun 2012 di kantor Gedung Dakwah PCNU Indramayu. Sejak 2010 perkembangan Jatman maju pesat hingga kini tidak kurang anggota Jatman sudah lebih dari 35 ribu orang. “Jatman sebagai salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama di antara 12 badan otonom lainnya, yang berfungsi melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama pada pengikut tarekat yang mu’tabarah di lingkungan Nahdlatul Ulama kabupaten Indramayu memilik peran strategis yaitu bagaimana mewujudkan masyarakat yang makin religius, makin dekat dengan Tuhannya, tanpa gembar gembor, tanpa anggaran dari pemerintah daerah. Meski secara personal pengurus Jatman Indramayu kenal dekat dengan Kapolres, Bupati dan Dandim namun Jatman Indramayu belum berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten. Berkiprah positif namun tetap independen dan menjaga jarak secara politis,” ungkap kiai  yang biasa dipanggil Gus Farid ini.

 Kiprah Gus Farid yang baru 2 bulan mempersunting Anna Chariroh mengenalkan tarekat di Indramayu ini terbilang fenomenal. Indramayu yang Nahdlatul Ulamanya mulai menggeliat di Jawa Barat ikut terdongkrak dengan kerja positif Jatman yang rutin menggelar manaqib di seluruh penjuru Indramayu.   “Mereka yang baiat ke tarekat pastilah NU, meski mereka yang mengaku NU belum tentu masuk tarekat. Eksistensi tarekat yang makin massif adalah kaderisasi nyata, mengingat ketaatan murid ke mursyidnya adalah mutlak. Progress selanjutnya adalah bagaimana mentarekatkan pengurus NU, agar aspek ruhaniyah pengurus makin baik. Tarekat adalah jalan pintas seorang hamba menuju Tuhannya, mereka yang mengenal Tuhannya dengan baik akan menjadi pribadi yang religius yang baik dan bertaqwa,” beber Gus Farid. 

Sebagai mursyid Gus Farid adalah pribadi yang ramah, rendah hati dan mencontohkan akhlakul karimah. Harapannya makin banyak warga Indramayu yang mengikuti jalur spiritual lewat tarekat. “Religiusitas Indramayu bukanlah pada simbolisme jargon, klaim, dan produk kampanye. 

Faktanya pemimpin kita banyak yang tersandung perkara korupsi, mereka memperturutkan hawa nafsu duniawi, tuhannya adalah uang dan uang, perjudian marak dimana-mana, miras ada pelosok kampung dan PSK masih menjadi primadona pertumbuhan ekonomi kita. Kerja spiritual adalah jalan sunyi mengubah masyarakat menjadi makin religius, jauh dari hiruk pikuk parameter-parameter sukses orang kebanyakan, semakin dekat dengan Tuhan maka hidup kita tidak ada ketakutan,” tutup Gus Farid.